Meski sekarang ini sudah banyak diproduksi genteng yang menggunakan bahan lain serta dibuat dengan teknologi modern dan menggunakan mesin canggih, tapi genteng yang dibuat dari tanah liat tetap tampil sebagai genteng yang paling banyak disukai oleh masyarakt. Alasannya adalah karena genteng ini punya beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh genteng dari bahan modern seperti asbes atau metal dan sebagainya.

Kelebihan dan keunggulan genteng tanah liat tersebut antara lain adalah tidak munculnya hawa yang panas pada ruang meski matahari bersinar dengan panas dan terik. Ini sangat berbeda sekali dengan genteng yang terbuat dari asbes apalagi seng atau metal. Genteng yang memakai bahan ini menimbulkan hawa yang sangat panas dan sering membuat penghuni merasa kurang nyaman. Bila menggunakan mesin pendingin ruangan atau AC enenrgi listrik yang dibutuhkan jadi lebih besar. Akibatnya tentu saja pemborosan biaya.

Sementara itu jika malam hari atau cuaca sedang dingin, genteng tanah liat justru bias memberi kehangatan. Hal ini bias terjadi karena pada waktu siang panas dari sinar matahari dapat terserap lalu disimpan oleh genteng dan dikeluarkan secara perlahan-lahan pada ruang ketika cuaca berubah jadi dingin. Jadi mski ada di dalam rumah penghuni bias merasakan hangat namun tetap sejuk nyaman.

 Beberapa hasil penelitian telah membuat kesimpulan yang sama jika genteng  dari tanah liat tidak pernah menimbulkan efek negative pada kesehatan. Sungguh jauh berbeda dengan genteng yang dibuat dari asbes yang ternyata bisa menjadikan penghuni rumah lebih mudah terserang penyakit paru-paru dan organ pernafasan lainnya. Bahkan jika sinar matahari terlalu menyengat, genteng dari asbes bisa menjadi penyebab munculnya kanker bila penghuni sering menghirip udara yang ada di dalam ruang.

 Kelebihan lainnya, genteng yang warnannya coklat ini tidak dapat memunculkan kebisingan sama sekali. Bentuknya yang melengkung serta punya ukuran yang lebih tebal, ketika sedang kajatuhan air hujan yang turun tidak menimbulkan suara yang gaduh meski tetap terdengar oleh telinga. Genteng dari metal dan logam yang lain justru menimbulkan suara yang sangat keras dan bising. Ketika sedang istirahat dan butuh ketenangan tentu hal ini akan sangat mengganggu.

 Menurut pendapat para hali bangunan, secara jujur mereka mengatakan bahwa data yang diambil dari bangunan lama peninggalan Belanda di Indonesia menunjukan, meski gaya eropa dan kolonil tapi bagian atapnya tetap menggunakan genteng tanah liat asli produksi Indonesia. Genteng ini tetap punya bentuk dan tampilan yang sama meski usianya sudah ratusan tahun. Ini merupakan bukti bahwa genteng tanah liat punya usia pemakaian yang jauh lebih lama dibanding dengan genteng lain bahkan yang dibuat dengan teknologi modern sekalipun.

 Kemudian bila dilihat dari sisi keindahannnya, genteng tanah liat punya tampilan yang sangat cantik dan mampu memunculkan kesan yang lebih artistic pada bangunan. Penyebabnya adalah karena genteng ini punya bentuk dan ukuran yang sama pada setiap bangunan meski tidak punya ukuran standar yang pasti. Terlebih lagi bila atap atau genteng ini diberi tambahan berupa variasi berbentuk tulisan atau di kombinasikan dengan genteng krepus, maka tampilannya akan terlihat lebih indah.

 Selanjutnya dari sisi perawatan, genteng tanah liat tidak membutuhkan system yang rumit atau sulit dikerjakan. Jika ada yang kotor cukup dibersihkan dengan sapu lidi saja. Jika muncul jamur, bisa dilapisi cat khusus. Sekarang di toko-toko besi dan bahan bangunan sudah banyak tersedia bahan lapisan anti jamur yang khusus digunakan pada genteng tanah liat.

sumber :www.chinaperfectroof.com